HOME

…….

Another summer day

Has come and gone away

In Paris and Rome

But I wanna go home

Maybe surrounded by

A million people I

Still feel all alone

I just wanna go home

Oh I miss you, you know

…….

Michael Bublle-Home

Hujan sudah reda sejak jarum jam menunjuk angka lima, akhirnya kita bisa melihat bulan yang sama. Di bawah atap yang sama. Ditemani secangkir kopi susu dan susu jahe. Berharap kehangatan masih sama seperti masa masa sebelumnya. Diganjal nasi goreng berlumur saos tomat berlebih dan kau bilang tak enak, tapi bagiku ini terasa lengkap dengan celoteh random dari mulut kita. Kalian selalu tahu cara membuat angin terasa mencubit dan sedetik membelai kerinduan yang terpendam.

Ah waktu terasa selalu cepat, selalu kurang saat aku bersama kalian. Rasanya, langit mendadak mendung dan grimis akan turun. Ya gerimis itu benar benar turun saat roda kendara menjauh, suara Michael Buble tiba-tiba menjadi soundtrack yang membuat gerimis ini benar-benar meleleh dari kedua bola mata.

Seperti terputar kembali kalaedoskop saat pertama aku mengenal kalian, pertama kali berselang pendapat dengan kalian, pertama kali menghitung receh yang tertinggal di saku celana, dan berulang kali merasa orang paling sibuk sedunia. Ah mungkin terlalu berlebihan.

HOME

Kita…

Tidak lahir dari rahim yang sama, kita tidak belajar berjalan di latar yang sama, kita hanya pernah mengeja kata sahabat bersama, tapi rasanya udara kehabisan oksigen saat kudengar kalian akan jauh di sana.

Sebenarnya aku bahagia melihat kalian menari di tanah yang berbeda, tapi aku hanya akan merindukan rumahku. Ya, kalian rumah itu. Rumah yang selama ini tempat aku berteduh saat dingin, saat hujan lama tak menampakkan pelangi, saat es krim cepat meleleh dipapar matahari. Rumah yang setiap sudutnya mampu bercerita. Rumah yang diam diam akan slalu kurindukan.

Masihkah kita akan melihat bulan yang sama?

—-Tak ada kisah kasih yang abadi selain kasih Tuhan—-
Special thanks for Tajus Amrulloh, Lambang Rafiq, Uswatun Khasanah, Luthfi Noor MUntafiah, Ana Lailatil Istiqomah dan semua sahabat-sahabat yang tak bisa disebutkan satu persatu, yang telah menjadi bagian mozaik hidup saya, dan membuat semuanya terasa indah untuk dikenang. Mimpi harus tetap dikejar ^-^
Advertisements

Wedding Invitation Marathon

Sudah baca judulnya, harusnya juga sudah bisa nebak apa isinya uwahahaha. It’s all about wedding party 😀 . Yups, jadi ceritanya sejak lulus makin banyak ajah ne undangan, bahkan sebelum lulus pun sudah mulai ngedatengin pernikahanya temen. Secara ya memang udah umur 😛 .

Wedding Invitation Marathon ini diawali dengan nikahnya sahabat karibku, orang yang aku banget :mrgreen: sampai apa-apa kita keseringan diskusi n barengan, tapi tidak untuk yang satu ini — menikah– hihihi.

Ijab Qobul

Ijab Qobul (lazimnya manten itu malu-malu meong yah, lhah ini narsis gilak :D)

Ini waktu di akad nikahnya si Uswah, besties yang lain juga ikut nungguin, Upiet dan Ana, wewwww dan yah memang Uswah-lah yang paling dulu diantara kita :mrgreen: .

prosesi unduh temanten

Prosesi unduh temanten (yah dianya mesam mesem ajah :mrgreen: seneng banget hmmhmmhmm)

Di Jawa, setelah ijab qobul (sah secara agama), memang dilanjutkan dengan prosesi pertemuan kedua mempelai (adat Jawa). Di sini kedua mempelai diarak oleh kedua orang tua dan keluarga untuk dipertemukan sebelum menjadi suami istri. Sang mempelai pria biasanya akan membawa berbagai macam sesanggahan, seperti kue, buah, jadah, dan lain-lain. Nah ketika mereka bertemu, ada posesi tuker kembang mayang, dan yang dua di lempar ke atap rumah biasanya, sebagai simbol pelepasan keperawanan dan keperjakaan kali ya hehehehe.

Si perempuan harus mengelilingi sang suami sebanyak tujuh kali, kemudian dilanjutkan dengan sang suami yang menginjak telur dan dibasuhlah kakinya oleh sang istri, ini semacam simbol ketaatan istri pada suami kelak. Kemudian juga ada prosesi kacar-kucur (simbol pemberian nafkah suami pada istri) dan saling menyuapi. Hmmm pokoknya seru hahaha dan pastinya capek yah dengan sanggul segede gitu dan harus ini itu, tapi terbayar lah dengan kebahagiaan setelahnya. HALAL. hihihi.

teman-teman TIA, Indah, Ana, Ela, Upiet, Me, Eva

Teman-teman TIA, Indah, Ana, Ela, Upiet, Me, Eva

geje semua ya :D kebanyakan kamera kayak artis :P

Geje semua ya 😀 kebanyakan kamera kayak artis 😛

Setelah itu, ada lagi pernikahan Miss Yuli, hmmm sayang yak, si mantennya gag ada hihihihi, ini soalnya kemaren udah keburu ribet ya cari rumahnya, pada belum tau semua, udah gitu jauh gilak! hmmmm

Behind d scene at Yuli Lapansari Wedding Party 😛

Uahahaha,,,, setelah selesai dari nikahannya Miss Yuli, kita mampir ne kerumahnya Ana sama Lia juga, istirahat dan ngisi energi sebelum melakukan perjalanan panjang untuk pulang :mrgreen:

Behind d scene at Eki Widyawati Wedding Party

Nah ini dia yang paling deket dari rumah hohoho, Eki tuh temen SMP dulu, karena lagi musim nikah muda, setelah lulus ahli madya keperawatan dia pun langsung capcus ijabsah 😀 . Daaaannn karena tak ada teman, jadilah adikku jadi tameng :mrgreen: .

Ani’s Wedding Party

Ikut diundang juga, karena aku salah satu orang yang ngenalin si Ani sama bang Bondet suaminya hihihihi

Dilla’s Wedding Party

Karena gak ada temen lagi, akhirnya sama dhedhe lagi hihihihi. Alhasil di sana ketemu temen-temen lama. Uuuuuuuu kangen bangeeeetttt. Wiwin dan Etis, kita temen SMA dulu, dan karena kuliahnya pada berjauhan, yah jadi udah pada jarang ketemuan.

Gini ya rasanya kalau udah gede itu, pucing  banyak undangan, ini ajah masih ada tiga undangan yang gak aku datengin huahahahaha… apalagi kalau kantong udah mulai kembang kempis hihihi, tapi yah i know, it’s like a reunion party lah hehehehe

Selamat untuk semua mempelai, semoga sakinah, mawaddah, dan warahmah, amin ya mujibassailin. And i know you all wishing baby coming soon. Semoga berhasil programnya :mgreen:

Luv You Fellas

Teman itu ibarat apa ya?… :mrgreen:

Teman itu bisa jadi kayak sambel yang bikin rame dan lahap waktu kita makan, kayak batu yang bisa bantu kita loncat di tanah becek, kayak durian yang bikin naik darah, kayak jarum yang bisa nusuk kulit tapi jahit hati yang robek… 😆

Teman itu segelas air… bisa tawar, bisa manis saat dikasih madu… bisa pahit saat di kasih empedu… Jadi apa sebenarnya teman itu tergantung pada rasa apa yang kau tuangkan di dalam segelas air putih itu…

Semoga aku bisa tetep tuang sejuta, seribu juta, semilyar juta *ini salah deh kayaknya 😛 *, sayang aku buat kalian…. makasih ya teman 😀

you'r my inspiration

*you’r my inspiration*

Terima kasih untuk pagi yang memberi harapan…

Terima kasih untuk malam yang memberi mimpi dan menenangkan…

Terima kasih untuk semesta yang telah mempertemukan kita… 🙂

Masihkah kau ingat aku teman?

Setiap hari kita bersinggungan dengan teman. Teman adalah semua orang entah sebaya atau lebih tua dan lebih muda yang kita temui setiap hari? Benarkah? Entahlah. Definisi teman pun kadang memudar oleh perspektif yang kita miliki masing-masing. Lalu bagaimanakah kita memaknai perspektif teman itu sendiri dimata kita? Setiap orang punya definisi, cara pandang, dan syaratnya masing-masing. Ya syarat! Syarat yang harus dimiliki oleh orang yang akan kita jadikan dalam golongan teman. Kalau untuk mengatakan teman saja bisa serumit itu lalu apalagi itu sahabat? Apakah kata sahabat harus kita sematkan pada orang-orang yang mempunyai posisi yang lebih spesial dihadapan kita?

Jawaban atas semua pertanyaan itu masih begitu abstrak. Dan inilah cuplikan jawaban polling topic kita hari ini:

*Teman

Pertanyaan yang masih ada dibenakku adalah, apakah teman itu juga ada masanya? Teman sosok yang mengisi hari kita, namun kita tak bisa  selalu memilikinya

Sahabat

Cerminan dadi diri kita, karena kesamaan yang sama-sama kita miliki

-SY-

*Arti teman bagiku kadang bisa menemani saat sendiri, membantu saat ada masalah, teman dimataku kadang bisa meleihi pacar dalam hal kepentingan, tapi itu tinggal kitanya saja bisa profesional apa tidak, sahabat bagiku tentunya lebih spesial dari teman walaupun hampir sama maknanya. Kata sahabat lebih mengenal dekat banget dari pada teman, kadang orang ditanya itu siapa jawabnya rata-rata hanya sekedar teman. Didengarpun lebih dominan sahabat dari pada teman kalau ngomong soal kedekatan

-AJ-

*Teman mudah untuk mencarinya…kenalan bisa langsung jadi teman…tapi sahabat itu susah banget mencarinya…dia spesial…bisa dipercaya…dia akan selalu ada saat sahabatnya membutuhkannya…

Sahabat

Kata sederhana yang tak mudah ditemukan dalam kenyataaannya, tak semua yang dekat berlabel kannya… ada kerinduan untuk selalu dapat bertemu denga sosok sepertinya

Pernahkah kau temukan seseorang yang senantiasa setia  disisimu kalau kau jatuh dan hilang asa?, pernahkah kau dapati sesosok makhluk yang selalu tahan mendengar kisahmu kala angin membawa berita-berita busuk tentangmu?. Pernahkah kau tangkap butiran air mata yang disembunyika sehabis doa panjang yang pada-Nya diselipkan namamu?

Dialah saabat sejatimu…

-AD-

Semua bersyarat dan semua tidak ada yang sejati dan abadi. Itu kabar buruknya. Mungkin dalam hal bertemanpun begitu. Mau bagaimana lagi, kegiatan sudah berbeda, kebutuhan sudah berbeda, sampai pemikiranpun juga sudah berbeda. Antara teman dan sahabatpun kadang akan mengalami saat-saat dimana kita adalah sama-sama orang lain yang tak saling kenal. Mau menghubungi dulu takut repot, mau tanya, tanya apa?, mau ketemu bahas apa?, sampai mau main duitnya siapa? Hahaha…

Kita akan bilang ya, bila kita sepemikiran, setujuan, seperjuangan, tak banyak kesibukan,dan syarat-syarat lain yang diajukan teman kita atau kita sendiri yang menuliskannya dalam catatan kehiduan kita. Maka celakalah orang-orang yang punya banyak teman tapi tidak bisa memaknai dan memanfaatkan keberadaannya.

Kata bijaknya adalah mungkin kita tidak bisa menemukan sahabat dan teman sejati tapi kita bisa mencoba memberikan sedikit ruang waktu, hati dan pikiran kita untuk sekedar mengingat orang-orang didekat kita. Karena semakin kita diam atas pertanyaan dan ketakutan kita untuk mencoba menyapa, itu akan menambah daftar syarat untuk kita bisa dekat dengan teman ataupun sahabat kita. Walaupun kadang mereka membuang muka atas keberadaan kita.

Bilapun tak ada teman semoga tak ada musuh yang datang dari teman. Selamat untuk kamu yang telah menjadi teman yang baik dan mendapat teman yang baik pula. Thanks for your love and care, friends! Need Lot of apologies for my entire fucking jerk. World never be colorful without you by my side. 🙂

Kita, WHAT?

Dan kita inilah potret KAMPRET masa depan

Oh bukan. Bukan kita, tapi aku! Ya Aku. Aku kan kampret yang selalu merusuhi having fun kamu. No no no! Bukan having fun tapi having stuff yang bikin kamu jerit jerit kayak gini

‘kalau aku sibuk urusan cinta, kalau aku sibuk urusan kerja, kalau aku sibuk urusan belajar, kalau aku sibuk urusan bla…bla…bla…TOLONG ! jangan cari aku, karena mataku lagi bintitan, telingaku lagi –curekan-, hidungku lagi radang.

So, aku nggak bisa ngeliat kamu lagi celingukan, nggak bisa denger kamu lagi panggil-panggil aku snewon, dan ngendus bau badanmu karena keringetan kelamaan nunggu aku. Aku masih sibuk bradah! Sista!

Kita ini PREND

What? Tunggu dulu! Nggak bisa menghakimi begitu dong!

‘kalau aku untung, kamu untung, aku longgar, kita prend!

Kalau aku untung, kamu buntung, aku longgar, mmmm…kita masih bisa prend!

Kalau aku nggak untung, aku nggak longgar… pikir-pikir lagi dehhh!’

Apakah kita mulai sepicik inikah menanggapi sekelumit urusan yang bukan buat aku, bukan buat kamu, atau dia dan mereka. Lalu buat siapa?

LALU KITA INI APA?

 

Aku masih premature ngemong emosi yang masih bau ABG mencakar-cakar otak dan setelan mukaku.Cuma untuk nunggu kamu bilang Oke! Iya! Siap! Atau TIDAK!