Fly Me There

Salaaaaammmm 🙂

It must be long time to get a desire for writing hmmm. And what a beautiful! when i sow wordpress get winter when opened the web as a years ago. Hmmm again, i realize that time runs so fast yah, many things had gone, then the new ones come. There is so many dreams i don’t grab it yet. Many places, i stand for yet. Many people i meet up yet. Many more.

Hahaha i have a silly acts for it, when i can not go to some where yet, i ask my friend to write my name on. Hopefully, i can go there someday after 🙂 . Amin. And yeah, here are some images taken by my fellas for me. Like it sooooooo much:’) Thanks guys. :*

it's from ana in USA

It’s from Ana in USA

it's from mas amwar in Ranu Regulo Lake, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

It’s from mas Anwar in Ranu Regulo Lake, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

it's also from mas anwar in Kawah Ijen

It’s also from mas anwar in Kawah Ijen

And here we are me and uswah, actually i had been there at that time, but it’s already written by us 😛 , and as my fault i forget what the name of the beach hhhhh -______-‘ ! Bad habbit!

from uswah at Jogja Beach

From Uswah at Jogja Beach

Hope there will be more places, pople and journey to meet up. Amiin.

BST #2

Yaaaayyyyy :mrgreen:

Wish happiness and blessing come to us more and more. Amiiinnn. However, thankful is peaceful way to be happy and enjoy fighting this trip to get God blessing. Amin Ya Mujibassailin.

There is other stories to share with you narablog tercinta 🙂 . So long post yaaahhh hihihi. After tell you what i had done in BST #1, here the continued story about that 😀 , actually it just about our silly pic over there :mrgreen: afwan yahhh

Hope you enjoy 🙂 , if not just leave it out :mrgreen:

followed ‘rombongan wakil bupati’ in KB program

Yeah guys, in second day we take a long trip to followed wakil bupati. Then, we take a rest in this caffetaria 😛 . Did you know what the bautiful things in the villages? beside the wonderful landscape, we will find the lower price caffetaria than in the city. Hmmmm so nice to be there.

murah meriah euyyy 😀

just try to earn money

Others,  some of seller not build an store but just put the mat and goods on the ground. So sad to saw it, but proud instead knowing her life spirit.

there are pistures that i grabbed in healthy stand ^^

😀 After get it all, we packed all aquipments and ready to go home :mrgreen:

come back home

And i just realized that those event will be our last event together, me, riska wiki, bang arif and chandra 😥 . Lately, riska is resign, then chandra and arif move to aother department. Every thing come so fast yaahhh…. hmmmm…. suddently comes and disappears, but one thing will be not changes, we’r friend :’) .

Diculik? Well!

Wewwww…

Jadi ceritanya…. saat asyik-asyik domblong (baca: bengong) heh si bang bontek hebring suruh telponin nonik… Yaudahlah ya! Usut punya usut ternyata mereka ngajakin ke Solo. DADAKAN! Whaaattttt???

Ajee gileeee… mana gua masih seragaman gitu, dompet juga tinggal dua lembar lima puluh ribuan hadwehhh nekat amirrr!!! Tapi ya akhirnya aku dengan suka rela diculik sama mereka huhuhu pasrah banget 😀 . Akhirnya keberangkatanpun diiringi rinai hujan hahahaha ‘cukup-syahduuuu’ 😛

Jadi mampir dulu ne, ke kosnya lek Thoes (ganti baju plus prepare ala bonex huahahahaha), sumpah yang ini ala kadarnya banget! Cuma ganti oblongnya si noni, dengan mainset, celana dan veil item…untung oblongnya gag item juga 😀 , hamper seeeehhh 😛

Yawes nonik pun mengabulkan aku pergi hanya dengan seratus ribu hahaha dan yawessss naiklah bus Mira menuju ke Solo. Ampuuunnn bis nya tuh lelet banget tauuuu :x, padahal tuh hari aktif, senin pula kok ya masih aja ngeong hhhhhh. Udah gitu separuh perjalanan berdiri, gak apa-apa seh toh bisa mengurangi kemualan gara-gara bau bis 😀 . Jadi ceritanya meski sejak kecil udah sering naik bis sama nenek waktu ke rumah saudara, terus gede juga sekolah naik bis, dan beberapa kegiatan yang seringnya naik roda empat, entah kenapa aku sebenernya malessss banget naik kedaraan yang kayak gini, mending naik truk deh. Katrok ya??? 😀 iya seh, tapi emang naik roda empat yang tertutup rapat ituhh bikin mual. Hahaha dasar pemabok 😀 . Gag kebayang deh kalau harus berjam-jam naik bis, ke jakarta misalnya yang memerlukan 18 jam, bisa lebih hohoho….

Eehhh pas dapet tempat duduk mata gag kunjung bisa merem juga, biasanya aku paling cepet tewas low kalau naik yang begituan 😀 .  Soalnya ini–sekali lagi–bisa meredam mual 😳 .

Sampailah di Solo Town Square huhuhuhuhu leganyaaaaaaaaa……

Turun di situ langsung muter-muter masuk mall, muter-muter kagak jelas seh sebenernya 😀 sempet ke lantai atas juga buat lihat trailer film yang lagi mau diputer, tapi ceritanya bang bontek kan dah di Solo duluan jadi nungguin dia dulu gitu, yawesss cari makan dulu dah, secara habis diguyur ujan dan perjalanan yang memabukkan 😀 tapi aku gag sampe muntah lho :mrgreen: cukup bikin masuk angin dan perut mencak-mencak, udah lewat jam makan siang pula hhhhhhh 😦 .

XXI

daripada bengong, narsis dulu dong 😀

babat abeeesssss ^^

 

Abis makan di food court, bang bontek datang, dengan cengar-cengir gag jelas gitu…. Hohoho merasa tersanjung ya gara-gara dibela-belain dijemput malaikat kecil (me) dan satu iblis (nonik) :mrgreen: 😀 .

Abis itu balik lagi muter-muter, beli tiket dan karena mulainya masih lama yawes nontonin vespa matik yang terbaru, di stand pameran… hadwehhh 30 jeti tuan-tuan 😮 siapa yaahhh yang mau beliin 😛 tapi ya akhirnya cuma bisa poto-poto ajah :mrgreen: . Ituh masnya penjaga stand lho yang nawarin hihihi baik ya. Alhamdulillah hihihihi.

Langsung cap cusss ke studio empat. Yeayyyy! kita nonton FRANKENWEENIE. Ini film animasi 3D gitu yang nyeritain seorang bocah yang autis sama sains, nah karena anjingnya mati tertabrak dia coba hidupin tuh anjing dengan eksperimennya, setelah mendengar penjelasan gurunya yang sempat di judge sebagai perusak moral murid hohoho… tapi akhirnya anjingnya mati lagi, dan bisa diidupin lagi, nah lho bingung kan yak? 😀 mending langsung nonton filmnya ndiri ajah deh 🙂

Tapii satu quotes yang bagus di film ituh “ilmuan itu tidak hanya pakai otak tapi juga pakai hati, jadi sains itu bukan sesuatu yang baik atau buruk, melainkan sesuatu yang harus hati-hati menggunakannya” (lupa redaksinyaaa intinya gitu ‘-__-)

sebelum nonton film

Abis ituuu lanjut maning… daritadi seh aku pengen cari angkringan sebenernya hehe abisnya udah kebiasaan sih, jadi ceritanya kita turun kasta 😀 , sehabis makan steak di food court kita makan nasi kucing di tenda deket kampus UMS ditemani segelas gede susu jahe 😮 . Memang ya kalau di solo ituh yang namanya cangkir ituh gelas kecil, nah kalau gelas ituh gelas gede, yang biasanya buat naroh es gitu, hehe ragam budaya 🙂

babat abeeeessss part2 :mrgreen:

Terus ke tempat kakaknya bang bontek, eh dibuatin kopi lagi ‘-__- berasa kembung euy! nuhun ya kakak! terus di anter ke terminal… hum pulangggg 😀 . Naik Mira lagi, tapi mending seh karena malem jadi lebih lancar daripada waktu berangkatnya tadi.

That’s all kisah penculikan dan ke silly-an aku bersama dua sejoli lagi TTM hahaha *penafsiran nakal* 😀

Selamat buat bang Arif tak Budiman dan Riska sedeng yang berhasil menculik saya kabur :*

*So sorry for bad quality of phooto yahh (_ _”)

BST #1

Assalamu’alaikum 🙂

Waiyaaaa, as usual i wanna tell you what happened in my daily life some days before :mrgreen:

We got duties to report BST (Bantuan Sosial Terpadu) friends, it held in Gemarang, Madiun. Here is some of my capture 😉 so sorry for the bad quality yah 😛

Goes to location

Because of tired, we upgraged our energy in Dhenok house hihihihi :mrgreen: (lumayan makan gratis :D)

Perampokan bermodus silaturahim :mrgreen:

Talas, dessert ala pedesaan 😀 yummmmy

Take a pic duluuuuu before make a video 😀

Mr. Griff wanna be

Campursari

In my opinion, this is a nice campursari group lhooohhh, it is kinda mix islamic campursari (traditional + modern)

Milky 😆

Orrange or milk :mrgreen:

Haha what happened next?, keep kepoing our journey :mrgreen: 😉

Susur Saraha?

Saraha? Sahara? Whatever! 😀

Lagi-lagi aku harus bertanya dahulu sama diri aku sendiri kenapa milih judul nungging eh nanggung gini? 😛 Aku jawab: Pengen ajah. Udah. Gitu ajah. Halah. :mrgreen:

Totally emotionally. Hmmmm…setelah sempet ngerancang sebuah pelarian diri dengan booking temen buat ngeculik aku dan ternyata GATOTTTTT…totally failed akhirnya acara ngopi pun ter-pending dengan stress yang makin berkepanjangan. Fieuhhhh.

Secara sudah beberapa pekan terakhir tuh yah, kerjaannya antara galau dan gelandangan berseragam L . Akhirnya ditengah pertahanan benteng takhesi (pinjem istilah game show jepang, pernah nonton gag?) yang hampir jebol, akhirnya jadi juga mergawe 😳 dan terpaksalah malam itu saiyah (baca: saya) tidur dengan kepala hampir migren. Hmmmm.

Next to morning…….

Berangkatlah aku dengan sedikit masa bodoh namun secercah harapan 😛 . Petualanganpun berlanjut mencari lika-liku jalan yang masyaallah berapa kali nyasar yak? 😀 . secara otak ku yang anti mengingat jalan, nama, dan barang rerenik lain harus saja kerja extra keras siang itu. Dan setelah berdebatan panjang di telepon yang sebenernya aku cuma jawab ’ya-ya-ya’ doang! desa bla…bla…bla… dukuh bla…bla…bla…ketemu di bla…bla…bla…menguap tanpa beban. Kalau orang lain masuk kuping kanan keluar kuping kiri nah ini, masuk kuping kanan keluarnya juga kanan kali yak. Sungguh saya nyeraaaaaaaahhhhh. Sebenernya ini kebiasann yang tidak patut ditiru. Membiarkan otak kita melemah dengan tidak mau megingat.

Tut tut tutttttt…… ocehan diseberang telah berhenti. Nah giliran otakku yang berkicau, tadi tempatnya diana yah? Ketemu dimana yah? Sebelah lapangan apah yah? . Dengan alah mboh-nya aku berangkat berperang hohoho. Alhasil harus tanya sana-sini biar tak dikata sesat dijalan dan berakhir malu 😳 . Dan setiap kali berhenti bertanya, lagi-lagi otakku dipaksa untuk INGAT!. Dan WOW! Berbekal note di hape dan terus saja dikumandangkan, kali terakhir tak lagi harus buka note di hape. Dan aku berkesimpulan bahwa–tidak cukup satu informan untuk dapat menemukan sebuah lokasi. Lhah wong awal tanya warga, ”terus mbak, mentog nanti nganan…” oke aku ladenin lhah pas waktu ketemu jalan simpang empat, rada mikir, belok apa terus yah? Mana mentoknya? Yaudahlah yah terus ajah, kan suruh mentok! meski jalan di depan berupa makadam (jalan berbatu) menuju persawahan. Karena tak mau tersesat lagi, saat tanya ke warga lagi eh ternyata bener perempatan tadi nganan hadeeeehhhhh!. Balik agiiihhhh. *numpang alay 😛

Sebelumnya juga, pas tanya warga katanya nanti ngikuti jalan ke kiri, lhah pas tanya lagi ternyata kebablasan, pas balik lagi masih kurang beberapa meter lagi. Lhah yo nyetrika jalan ini namanya. But at least, ketemu juga lokasi yang dituju, dan langsung cap cus deh.

Next to Sahara….

Bukan! Bukan gurun pasir nan eksotis di timur tengah itu yang aku bicarakan. It is just like a personification. Nyesel kan dikau udah baca sampe sejauh ini dan KECEWA 😀 . gua harus bilang I-D-L-itu-derita-loe 😆

Lokasi selanjutnya adalah hamparan tanah kering dan jalanan bertanah kuning yang mengepulkan debu saat roda kendaraan berderu diatasnya. Hooooohhh. Tapi kali ini tidak perlu pake nyasar lagi secara sang kapten sudah bersama. 😀 . Ngeliat fenomena tandus yang seperti gurun ini rasanya malah pengen poto-poto gitu. Ngebayangin sengaja pake pakaian warna kontras nan kinclong dan poto-poto lengkap dengan make up di wajah. Udah kayak take a picture sampul majalah beneran gitu. Hohoho ngayal :mrgreen: . Padahal cuaca lagi garing-garingnya. Mana ada yang mau gosong-gosongan demi ayalan aku!.

Dan terlepas dari segala curhat aku yang gag penting ini lengkap dengan segala kekacauan bahasa dan keruetan alurnya 😀 aku harus bilang, bahwa aku senang. Karena:

Satu, paling tidak turun lapangan itu lebih bisa bikin olahraga daripada menyicil gejala stroke akibat tersumbatnya saluran saraf otak karena kejenuhan dan ketidakpastian berkepanjangan. Fieuhhh.

Dua, waktu ketemu adek-adek berseragam pramuka pulang dengan wajah polos dan sedikit nakalnya ituh, tapi saat aku bilang “sekolah seng pinter ya…!” dan mereka jawab “nggih mbak…!” serasa ada kekuatan yang meneguhkan aku bahwa cita-cita itu penting, ilmu itu bak oase di tengah gurun sahara. Sambil ngasih selembar lima ribuan buat mereka beli es seraca berucap dalam hati—ijinkan hamba menimba ilmu lagi ya Rabb—dan kutinggalkan riang polosnya mereka mengayuh sepeda.

Trip to Ngliman Village

Menjejakkan kaki di alam terbuka nan indah tentu menjadi pengalaman menarik bagi sebagian orang, tak terkecuali saya. Berjelajah di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, membuat saya kembali menemukan potongan mozaik baru dalam perjalanan hidup saya yang belum banyak asam garam.

Hampir dua jam menuju lokasi, mata saya sesekali terpejam, maklum on duty memang memerlukan sedikit cadangan energi 😀 *ngeles. Ditemani jalanan berkelok dan perbukitan yang menghijau, sebentar menghilangkan rasa penat oleh setumpuk tuntutan yang berkeliaran di dalam kepala. Ya… saya pun sampai di Desa Ngliman yang terkenal dengan air terjunnya itu.

 

Yippi… it’s time to get fun 😀 …Ini dia air terjun yang terkenal itu. Air Terjun Sedudo. Berada di 1438 m di atas permukaan laut, air terjun yang tingginya mencapai 105 m ini langsung menyuguhkan kesejukan bagi setiap pengungjung. Air terjun ini rame banget waktu hari libur, karena banyak yang mempercayai bahwa mandi di air terjun ini bisa bikin awet muda 😛 . Selain menikmati indahnya air terjun, anda juga dapat menikmati gurihnya nasi jagung hmmm nyamnyamnyam…. Keren deh buat warga desa ini, tetep melestarikan budaya daerah.

Perjalanan pun berlanjut. Kali ini bukan untuk wisata alam, melainkan sedikit wisata sejarah 😀 . di desa ini ternyata juga terdapat makam yang juga dikeramatkan oleh warga sekitar. Tak hanya air terjun sedudo saja yang ramai oleh ritual siraman di bulan suro, namun makam Ki Ageng Ngaliman ini juga sering dipadati pengunjung. Menurut, Mbah Ahmad Hasyim, selaku juru kunci makam ini, peziarah pun datang dengan berbagai alasan. Ada yang berdoa untuk diberi kesembuhan, dilancarkan urusannya hingga yang mau menghadapi ujian hehehe. Karena memang makam keramat, suasana sakral mulai terasa saat memasuki gerbang makam. Bahkan konon, tangga menuju makam Mbah Ngliman tak pernah sama bila dihitung. Sebenarnya saya penasaran ingin menghitungnya tapi tak sempat 😛 . Menurut Mbah Ahmad, tangga ini mengingatkan kita bahwa manusia hidup itu selalu berubah-ubah, permasalahan yang dihadapi tidaklah selalu sama. Selain tulisan yang terpampang di pintu makam, beliau juga mengingatkan bahwa sebagai bangsa ketimuran kita harus tetap menjaga tata krama dan tepo seliro.

Selain pohon kamboja yang saya kira berumur ratusan tahun, makampun banyak yang sudah rata dengan tanah. Dan saat pintu makam terbuka, bau harum khas makam langsung menyengat, bahkan hingga saya pulang pun bau nya belum hilang hehe. Tapi karena perempuan dilarang masuk makam, saya hanya bisa ngintip dari luar saja 😛 .

Perjalanan saya belum berakhir, karena saya beserta rombongan juga berkesempatan untuk menilik proses pembuatan minyak nilam yang ada di Desa Ngliman ini. Selain bertani mawar, warga desa ini juga menjadi petani nilam dan cengkeh, jadi daun-daun cengkeh kering dan juga nilam dapat diproses menjadi minyak.

Belum banyak yang tahu kan seperti apa nilam itu?… saya juga belum lihat tumbuhan hidupnya :P. Nilam-nilam yang telah kering akan disuling selama 12 jam, kemudian diambillah minyaknya untuk dijadikan bahan minyak wangi dan farmasi. Nah, kalau daun cengkehnya untuk bahan balsem.

It’s really nice vacation. Mmmm not at all exactly, but yay just try to be fun 😀

See you in the next journey 😉

Hoby Baruku Manciiiiiiing (^_@)V

Hohoho…mancing??? mungkin kata ini terasa asing dulu untukku, setelah lama berkutat di dunia musik yang jadi old hobby ku, tapi setelah aku mengalami mancing freak kemaren aku jadi suka hehehe 😛 . Memancing tuh ternyata memang punya keasyikan tersendiri sob, selain melatih kesabaran di sini kita juga akan merasakan kepuasan batin tersendiri apabila setelah menunggu sekian lama trus kita dapetin ikan. Apalagi kalo strike giant fish 😀 . Waaaa seneng banget tau gak sie…

Disinilah hikmah dari sebuah kesabaran yang selalu Allah dan Rasul tuntunkan kepada kita. Tapi jangan salah karena aku adalah seorang fisher amatir jadi hoby mancingku gak boleh sembarangan. Hoby mancingku untuk saat ini adalah mancing di kolam ikan yang lagi lapeeeeeer 😛 . Continue reading