‘move-on’ means?

Year end. New year will come. Everything can be different as much as you want. So far, how much did you change?

How much did you hear ‘move-on’? so, what have you done after all? hehe

Suddenly, i assume that move on doesn’t mean forgetting, yet accepting. Life is a cup of bitter sweet mosaics. How long you can take it far away from your mind? You can not erase it. Right? How strong you stand to be, you can not reject if those stuff need to rewind. You can’t ! So accept it!

Accept that yesterday is (beautiful) memories, today is a gift, and tomorrow is a wish. Accept that you need to open your heart and mind to something new, so you will accept that everything was done well as it should be.

So when someone is bit difficult to move on, it simply because he is hard to welcome 🙂 . Doesn’t it?

New year will be coming soon? Are you ready for welcoming it?

Advertisements

Monolog Tak Terdengar

har ghadi badal rahi hai roop zindagi
life changes its beauty all the time

chaav hai kabhi, kabhi hai dhoop zidnagi
sometimes it’s a shade, sometimes life is sun light

har pal yahan… jee bhar jiyo…
live every moment here to your heart’s content

jo hai sama… kal ho na ho…
the time that is here may not be tomorrow

Detik ini di tempat saya berdiri, saatnya membuka mata lebih lebar, menyipit saat diperlukan, mengejangkan daun telinga, dan mengedarkan otot leher menuju arah mata angin. Mencoba merekam baik baik setiap hembus angin dan gerak awan yang biasanya tak teracuhkan. Mungkin besok semua kelelahan-kelelahan ini akan terindukan. Berharap bila waktu itu tiba, maka saya sudah siap dengan kaleodoskop yang akan memutar scene demi scene yang saya butuhkan.

He asked to me: so how u’ll be going on? Can you stand by yourself?
me: …
Other asked to me: are you ready for it? are you sure taking your single-hearted down?
me: …
Another asked me: from ten thousand people trying to stand? Just a thousand can be! You are one, and you wanna lose it?
me: …

FLY4

Tidak semua harus dijelaskan bukan?! Seperti kopi yang tidak pernah bertanya kenapa gula itu ada. Tepatnya saya tidak punya penjelasan. Tidak punya kekuatan untuk menjelaskan. Saya tahu Tuhan ikut bertanya pada saya, ‘mampukah saya?’. Tapi saya juga tahu Tuhan punya jawabannya. Melebihi saya. Melebihi mereka.

HOME

…….

Another summer day

Has come and gone away

In Paris and Rome

But I wanna go home

Maybe surrounded by

A million people I

Still feel all alone

I just wanna go home

Oh I miss you, you know

…….

Michael Bublle-Home

Hujan sudah reda sejak jarum jam menunjuk angka lima, akhirnya kita bisa melihat bulan yang sama. Di bawah atap yang sama. Ditemani secangkir kopi susu dan susu jahe. Berharap kehangatan masih sama seperti masa masa sebelumnya. Diganjal nasi goreng berlumur saos tomat berlebih dan kau bilang tak enak, tapi bagiku ini terasa lengkap dengan celoteh random dari mulut kita. Kalian selalu tahu cara membuat angin terasa mencubit dan sedetik membelai kerinduan yang terpendam.

Ah waktu terasa selalu cepat, selalu kurang saat aku bersama kalian. Rasanya, langit mendadak mendung dan grimis akan turun. Ya gerimis itu benar benar turun saat roda kendara menjauh, suara Michael Buble tiba-tiba menjadi soundtrack yang membuat gerimis ini benar-benar meleleh dari kedua bola mata.

Seperti terputar kembali kalaedoskop saat pertama aku mengenal kalian, pertama kali berselang pendapat dengan kalian, pertama kali menghitung receh yang tertinggal di saku celana, dan berulang kali merasa orang paling sibuk sedunia. Ah mungkin terlalu berlebihan.

HOME

Kita…

Tidak lahir dari rahim yang sama, kita tidak belajar berjalan di latar yang sama, kita hanya pernah mengeja kata sahabat bersama, tapi rasanya udara kehabisan oksigen saat kudengar kalian akan jauh di sana.

Sebenarnya aku bahagia melihat kalian menari di tanah yang berbeda, tapi aku hanya akan merindukan rumahku. Ya, kalian rumah itu. Rumah yang selama ini tempat aku berteduh saat dingin, saat hujan lama tak menampakkan pelangi, saat es krim cepat meleleh dipapar matahari. Rumah yang setiap sudutnya mampu bercerita. Rumah yang diam diam akan slalu kurindukan.

Masihkah kita akan melihat bulan yang sama?

—-Tak ada kisah kasih yang abadi selain kasih Tuhan—-
Special thanks for Tajus Amrulloh, Lambang Rafiq, Uswatun Khasanah, Luthfi Noor MUntafiah, Ana Lailatil Istiqomah dan semua sahabat-sahabat yang tak bisa disebutkan satu persatu, yang telah menjadi bagian mozaik hidup saya, dan membuat semuanya terasa indah untuk dikenang. Mimpi harus tetap dikejar ^-^

Segumpal Darah Yang Disebut Hati

Dan setiap hati punya rahasia…

heartLagi-lagi kita terjebak dalam sandiwara Tuhan
Dengan kecintaannya ia ciptakan segumpal darah yang ditiupi sejuta rasa
Sedetik merona sedetik kemudian merana
Satu dengan dua lobus yang seyogyanya mengisyaratkan dua sisi rasa yang bisa digambarkan hitam dan putih, suka dan duka, adab dan biadab, hina dan bijak
Satu yang terbagi dua tanpa tau porsi mana yang lebih kuat
Satu yang terasah atau tertumpulkan
Dia tak mampu menghidupkan seperti halnya jantung, namun ia bisa saja mematikan daya hidup manusia sedetik dengan kegalauan dan kegundahan
Satu yang sederhana tapi bisa menjadi toksin yang meracuni jiwa
Yang satu ini sungguh peka
Ada yang bertutur dia mampu melawan segala macam problematika yang menderanya, tapi tidak untuk satu. urusan hati, perihal cinta
Cinta yang beraneka, pada teman, lawan jenis, saudara, keluarga, orang tua, kebendaan bahkan derajat tahta

Kreatif: Pakan Lele Alternatif

Langit masih cerah kala saya meroda menuju belahan bumi magetan. Di Desa Bendo, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, deru mesin penggiling tumpang tindih dengan bunyi kicau burung yang masih bercengkerama di semak pohon yang belum terpapar sengat matahari. Di rumah yang juga tempatnya memproduksi pakan alternatif, pak Didik muncul dengan kaos polo putih dan topi kotak-kotaknya. Sudah macam seniman saja hehehehe.

behind d scene :p

behind d scene :p

Tapi lelaki paruh baya ini bukanlah seniman. Dia adalah orang desa biasa yang menjadi petani tebu, juga peternak lele. Bedanya ia berusaha melebihkan usahanya sehingga terciptalah sebuah kreasi yakni pakan lele alternatif. Setelah sedikit kenalan dan basa-basi sayapun diajaknya melihat langsung proses pembuatan pakan alternatif ini. Rupanya cukup sederhana.

Awalnya ia sempat mendapat cibiran dari beberapa kalangan, namun ia membuktikan bahwa usaha lele yang ditekuninya akan sukses, lalu iapun mencari cara agar pakan yang selama ini menyulitkan para peternak lele mendapat untung maksimal dapat ia ganti. Setelah sharing dan searching sana-sini, akhirnya ia mendapatkan kompilasi yang pas untuk pakan hewan bersiripnya.

Dengan mencampurkan 50 kg tepung gandum, 25 kg tepung roti dan 50 kilogram tepung ikan. Jadilah sebuah kombinasi pakan ternak yang ujarnya bisa menghemat hingga lima puluh persen biaya pembelian pelet yang siap jadi di pasaran. Dengan menambahkan air secukupnya atau sekitar 21 liter, adonan tadi dicampur hingga rata, bahkan bila kesulitan mendapatkan tepung ikan, bisa juga diganti dengan ayam tiren. Tujuannya adalah agar nutrisi pakan tetap memadai untuk budidaya ikan.

Campurannya pun harus pas, tidak boleh terlalu lembek agar dapat dicetak dengan sempurna sehingga menjadi buliran-buliran pakan seperti pelet pada umumnya. Barulah kemudian dikeringkan di bawah terik matahari.

Matahari masih saja bersembunyi dibalik awan, separuh haripun terlewati dengan menilik proses pembutan pakan alternatif pak Didik bersama kedua karyawannya. Sederhana tapi mengena. Saat akhir kunjungan dihabiskan dengan cerita sana-sini saya jadi inget temen-temen yang juga sedang melakoni bisnis di belahan bumi lain. Mereka juga sedang meretas mencari inovasi baru, mengumpulkan sejumlah keoptimisan, kekerabatan, kepercayaan dan keuletan. Meraka coba membongkar pagar yang disebut buruh. Buruh di perusahaan, pabrik, rumah tangga, atau di pemerintahan. Mereka mencoba mandiri melaju menggayuh kapal yang pasti akan sampai di dermaga. Dermaga itu bernama bahagia. Berhias kesuksesan. Yang kata orang kesuksesan punya banyak arti bukan hanya materi. Kebahagiaan yang hakiki.

Banyak cara, banyak rupa. Masing-masing orang mencoba menyelami dan menangkap kesuksesannya masing-masing. Kalau kita saja sudah sukses menunggang sepeda, pasti kita juga bisa bangkit dan berkarya.

Tuhan tidak menuntut kita menjadi yang terbaik tapi melakukan yang terbaik. Mungkin kita sudah melakukan semua yang terbaik namun manusia selalu mempunyai tingkatan yang selalu berubah. Mungkin kini baik yang dulu kita pegang sudah berbeda dengan baik yang sekarang diperjuangkan. Asal itu bermanfaat dan tidak menyalahi koridor tentu Yang Esa membantu kita. Amin.
Selamat berjuang 🙂 ganbate :mrgreen:

Dan deru mesin kembali beradu di jalanan menuju kota pecel.

‘Tricky’, Goes to Fresh Market

Women like hanging out. Yes.
Women like getting along. Yes.
Women like shopping. Yes.
Women are women hahahaha

Every single thing will be louder n amazing with girl touch. Is it right? Absolutely! Hehe
Talks about amazing, there are many amazing things in fresh market. Trust me. But we can not regret that modern shop also has the advantages, especially, for busy people with no much time and going simply.

In the modern era, almost people prefer going to modern shop for buying their needs. Mostly, it has complete stocks and more practice. It contains a price list, so customer will be able to choose which they need their self. Then, modern shop also has a decorative and clean room, so it makes customer enjoy and comfort to shop over there.

But if you like to be more attractive and wild, you can go to fresh market. Hehe. Why? Because if you has a good feeling, care, and little smart you will get the good thing with lower price :p .Hahaha. Yeay may some ladies has a high standard for something they wear. It should be branded. But for me, the shape and its comfortable has a higher place on my own.

In fresh market, we can talk much with others. Feel the crowded, catch the body language, and feel people gesture. There serve deep interaction between seller and customer. That is all things that we can not get in the mall. Right? We not only say how much? But we learn how to make other believe us, how to be polite, and patient. Suggest the seller so we will get the lower price. Hohoho.

sepatu

This lovely wedges for example. I felt in love with this kind of shoes since I met it up in the train station. When I reported homecoming, I saw a girl with a beautiful shoes that I never seen before. So I tried to find it. But when I got it in one of Butik that sold it, it had a high price. It is so expensive you know! :shoock: Of course, because I had no much money, so I delayed my desire hoho.

Just be patient for getting the best. Hehe. The day after, I tried to take a walk in the fresh market in Ponorogo, and I got this kind of shoes. I was very happy, but the seller still gave the higher price. So I moved to other stand. Alamdulillah I found it well.
Just Rp. 35.000 wewwwww very very like it 😆 . It was absolutely cheaper than in the Butik before. They sold it with Rp. 80.000 up to Rp 100.000, indeed you would get Rp. 200.000 more in the super market. So, I got fifty percent more of saving money with the same shape and material hihihi. Just fortunately I was.

Bronthosaurus Kita

bumi mimpi difussi

There is no guarantee for distance. Near. Far. Often. Seldom. Something we call love and friendship is a cruel photosynthesis process from belonging, patient, faithful, care, and other heart nutrients.
Everything is change soon or lately. We adore or regret. If it is not our self changing, so the environment surrounding us is.
There is no matter, we just have to realize that we have to attend it. Be brave for standing with kind of reasons why it changes.

Orang bijak bilang inilah sebuah proses pendewasaan. Dimana dewasa bukan dari berapa umur kalian. Berapa banyak buku yang anda lahap. Berapa banyak tanah basah yang tertapak. Ini soal bagaimana mengambil sebuah sikap. Keputusan. Kadang mendesak. Mengintimidasi. Atau bahkan menguliti jati diri dan prinsip yang terpancang kuat mengakar egosentris diri.

Indeed, I have to take down my emotion when discuss what time to meet up together. Just take a coffee. Atau ngobrol ngalor ngidul yang berisi curhatan gak jelas dari kawan lama. Sebenarnya itu tidak mutual sekali. Tapi rasanya waktu selalu tak cukup memuaskan pertemuan kompeni tiga serangkai yang mulai uzur dimakan kesibukan dan rutinitas masing-masing ini. Sometimes, it sounds like foolish reasons for being busy each others.

Kadang terasa benar pepatah lama, bukan kuantitas tapi kualitas. Quality time we have to say hello. To see smile. To get deep looking. To feel a big friendship around us.
BIG. BIG. BIG. Rasanya persahabatan kita ini bukan hanya mamut merah jambu kan? tapi bronthosasurus!
Whatever!
Nyatanya rasa rindu ini kerap terbit di pelupuk hati saat lama tak beradu pendapat atau sekedar menyeruput kopi. Ini hanya sebagian mozaik. Proses dimana pencapaian mimpi masing-masing. Bila tak sempat berjabat, semoga doa kiranya mampu menyampaikan lebih banyak kebahagiaan.