Kenalan dengan Rujak Cingur

……..
Sopo ngerti nasib awak lagi mujur
Oleh kenalan bakule rujak cingur
…….

Sejak lama mendengarkan lagu itu, rasa penasaran saya kian muncul timbul tenggelam apa sebenarnya rujak cingur itu. Meski saya orang Jawa Timuran namun nyatanya belum semua jajanan khas Jawa Timur saya cicipi. Bahkan saking beragamnya sebutan untuk makanan yang sebenarnya sama, membuat pemahaman ini terlampau kurang. Inilah Indonesia, Satu Nusa Seribu Budaya. 🙂

Di Indonesia sendiri banyak sekali penganan yang disebut dengan rujak. Ada rujak buah yang sebagian menyebutnya rujak dulit, rujak pasah atau sawut, rujak sayur yang disebut rujak petis atau rujak cingur ini, bahkan sebenarnya ada juga turunan makanan yang juga bisa dikatakan masih family rujak-rujakan 😀 (munkin ini bisa dicarikan bahasa latinnya 😆 )

Kembali lagi ke–rujak cingur–(sengaja ngolor cerita biar nahkasnya panjang. Halah. :mrgreen: ) . Karena tak tau dan belum pernah tinggal di kota spesies makanan ini berasal terjadilah percakapan ini di suatu waktu.

Me : buk, rujak cingur niku nopo nggih?
Mom : ya rujak nganggo cingur!
Me : lha bentuk e pripun?
Mom : yo koyo rujak petis!
Me : lha bentene kalian rujak petis nopo?
Mom : nek rujak cingur iku nganggo cingur nduk!
Me : cingur niku nopo ta buk?
Mom : cingur ki ya cingur!?!
Me : ……….. (krik krik krik)

Dari situ saya berkesimpulan bahwa ibuk saya juga bukan ahli Botani (ya jelas). Mmmm, mungkin belum pernah nyicip juga 😀 :magreen: 😀 . Ya sudahlah saya tidak mau memperpanjang masalah apa itu cingur dan rujak cingur. Kalau jodoh pasti bertemu. Hihihihihi.

……………
Sopo ngerti nasib awak emang mujur
Oleh kenalan jenenge rujak cingur
……………

Begirulah disuatu siang, di sebuah warung di sudut Kota Pecel. Kawan saya tidak pesan pecel (nah lho?!). Tapi rujak cingur 😛 . Disitulah saya bertanya dengan si penjual. Apa sebenarnya rujak cingur. Ternyata kembali lagi terngiang jawaban.

“Ya rujaknya pakai cingur mbak”
Dan persis seperti yang pernah saya lontarkan pada ibu saya, “cingur itu apa ya buk?”
“cingur itu….”

rujak dengan potongan cingur ^^

rujak dengan potongan cingur ^^

Oooalaaah ternyata cingur itu lidah sapi sodara-sodara 😀 . Waduh, saya kira dulu itu cingur sejenis petis, atau bumbu khas rujak itu. Rupanya cingur adalah bahan pelengkap, complement atau tambahan dalam adonan rujak yang telah penuh sesak dengan sayur mayur dan lauk pauk seperti tempe dan tahu plus ulekan kacang tentunya.

Cingur, mungkin semacam kikil (makanan dari kulit kambing atau sapi atau kerbau yang telah direbus dan dibersihkan) pada beberapa rujak petis yang juga diberi lontong di belahan bumi lain. Penampilannya ternyata cukuplah mirip dengan rujak petis. Hanya saja ada tambahan yang disebut dengan cingur itu tadi.

Secara tidak langsung, sesungguhnya warga indonesia itu adalah koki-koki handal. Satu makanan saya bisa hadir dengan berbagai garnish dan sensasi yang berbeda-beda. Bahkan juga nama . 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Kenalan dengan Rujak Cingur

  1. so wonder, where have you been going these years.. –.– how could you not know what “cingur” is.. cingur is cow’s nose alias irung sapii…..

    • wuahahahah dan ternyata masih salah juga? bukan lidah tapi hidung sapi. hmmmm terimakasih pencerahannya sist 😳
      love knowing your blog was sooo indonesian :* :* :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s