Poem in the Morning

Haiii semestaaaaaa 🙂
Pagi-pagi sudah menemukan ini saja: ‘sebuah catatan yang pernah kutulis untuk seorang saudara jauh disana’ , pas saat galau menyerang lagi, hmmm it’s kinnda right words in the right hearth 😳 . Sedikit tersentak ya, masih saja saya bimbang arah tujuan, berjuang itu ya apa saja, hadapi semua semak belukar dan lalui semua jembatan. Mungkin itu. Betapa saya selalu diuji dengan sebuah pilihan. Semoga Kau tetapkan aku selalu pada agama-Mu ya Rabb. Amin.

hidup ini begitu menariknya
ketika malam kian pekat menelan senja diujung sana
larik larik bait syair kerinduan berdendang
akan sebuah hangat persahabatan

kita yang melawan nasib
kita yang berjuang hidup
kita yang masih muda belajar
dan diajar oleh waktu sendiri

lantang pekikan perjuangan
agar esok lebih baik
tak henti terjatuh dan terjatuh lagi
dan tak bosan untuk terus bangkit

doa doa melapangkan kisah
tanpa keluh dan kesah
malam makin gelap
namun bayang tawa ceriamu ada disana

sebelum kaki kita kian tua
selama tangan kita masih mengepal
impian kita akan menyala terang

Jogja, 12 januari 2011

Anwar Agus Abidin
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s