Sekering Sebeku Salju

Kering dan menipis isi otak yang mulai tak berkembang. Sadis dan mulai apatis terhadap lingkungan yang serasa menohok menghimpit napas kehidupan. Mulai cemburu terhadap orang-orang yang kenyang menghabiskan sedetik tiga detik waktunya untuk membaca. Mulai mengutuki diri yang sudah mati akan hasrat menulis. Inilah sebuah harga diri yang terperinci dalam batas emosi yang menjadi.

Mungkin kau bingung, begitu juga denganku kawan. Tapi hidup harus berjalan dan bergerak menyusupi detak jantung bumi yang menua ini. Jadi mari sigap menyikapi, walau hanya sebaris celoteh hati.

Advertisements

2 thoughts on “Sekering Sebeku Salju

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s