Saksi Hidup Yang Terluka

Aku tak punya mata, tapi aku bisa melihat

Aku tak punya kaki,tapi aku selalu siap mengantarmu kemanapun kau mau

Mengantarmu mencapai cita dan asa

Meski hujan menghempas tubuhku yang semakin rapuh

Aku tetap disini untukmu

Kadang aku malu melihat anak adam telanjang didepan mata tanpa akal sehat

Miris aku menyaksikan darah melumuri tubuhku

bahkan reremukan jasad sering terlunta berceceran dihadapanku

Tapi aku bahagia kala langkah-langkah kecil anak-anak yang mencoba berjalan sering membuatku tersenyum bangga

Tapi aku geram, saat roda-roda berselipan mengadu kecepatan

Datang dan pergi tanpa permisi

bahkan perancang dan penciptaku saja seakan tak peduli

Dia lebih suka melenggang dengan roda empatnya, daripada merasakan panas tubuhku karena terpanggang matahari

Dia takut karena aku kotor dan berdebu

tapi aku tak akan menjerit meski aku terinjak, terhempas dan terabaikan

karena ini sudah menjadi tugasku

biarlah rumput liar bergoyang yang menemaniku

Biarlah aku tetap jadi saksi hidup setiap makhluk-Nya

Saat jejak-jejak sejarah tak lekang oleh zaman

Saat bunga-bunga, dedaunan dan ranting berguguran mengucap salam padaku

Hanya satu pintaku, kumohon belailah aku dengan kasih dan perhatian tulusmu

Karena aku kini sakit

isi perutku muntah dan luber terbawa hujan dan rodamu itu

Tubuhku penuh luka, karena bila kau terus tak peduli padaku

maka tidak akan banyak orang yang percaya lagi padaku

Bahkan akan banyak tubuh-tubuh yang ikut tersungkur dan terluka karena penyakit ini

Aku tidak ingin kau mengumpat karenaku

Sembuhkan aku

Sembuhkan saudara-saudaraku

Aku jalan berlubang di tengah kemajuan zaman


ttd

Jl. Raya Jenangan Po-AE

Advertisements

23 thoughts on “Saksi Hidup Yang Terluka

  1. buat dirimu yang selalu perjuangkan angan dan harap ku…
    terimakasih yaaaa….. sabar lah kau…..
    kita lagi perbaikan anak anak jalan yang lain yang merintih sama seperti kau.
    kalu ada waktu pasti kau akan diperhatikan lebih …

    tulisan yang bagus,tp keliahatannya bisa disajiankan lebih luar biasa …. good luck.

  2. bagus sekali…tapi saya masih blm bisa mengambil makna yg cocok untuk saksi hidup yg terluka ini…mohon pencerahan 😦

    • ya intinya hehe kalo gak salah nech hikz jalan itu udah lama berlubang karena sering dilewati kendaraan tapi pemerintah kok ya diem aja gitu :mrgreen:

  3. Oalah, dari awal baca kok bagus banget kata-katanya….
    ternyata itu sebuah ungkapan buat jalan berlobang tho…
    Semoga pihak-pihak terkait membaca postingan ini….

  4. sebuah pandangan yang kadang berpendar
    mewakili perasaan disetujui tetapi belum tentu bisa kita maknai
    ada kalanya sebuah kekurangan bukan untuk ditutupi
    melainkan sebuah peringatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s