Panjat Pinang berfilosofi???

Assalamu’alaikum…^_^

Halooo…hehehe… tadinya mu nulis acara 17-an kemarin yang cape-cape tapi mumpung inget yang atu ne jadi di posting dulu dech ^_^. Acara tujuh belasan memang sering di ungkapkan dengan berbagai event, mulai dari di daerah-daerah, kota-kota sampai desa-desa. ___Panjat_Pinang_1____by_imetusDan mungkin yang namanya panjat pinang menjadi salah satu lomba faforit yang gak mau ketingalan. Mungkin saking serunya lomba yang satu ini kali yaw. Sebatang pohon pinang atau yang kerap di ganti dengan bambu yang diolesi dengan oli (OIL haruse, lidah jawa sie hehe…) yang membuat orang-orang susah untuk memanjat sampai keatas dan memetik buah pinang, ups hadiah maksudnya yang tentunya udah di pasang di puncak oleh panitia lomba.

Wach, wach, wach saking semangatnya mereka rela berlumuran oli n ijek-ijekan dengan temannya. Sebenarnya di balik keriuhan lomba yang satu ini, kamu tau gak sih alow sebenarnya ada filosofi menarik yang perlu dikupas dan dikritisi kebenarannya.

PANJAT PINANG, ternyata kegiatan yang satu ini sudah ada sejak zaman jepang n belanda…lebih tepatnya zaman penjajahan, dimana rakyat Indonesia menderita oleh bulan-bulanan penjajah yang selalu menindas dan menertawakan kita. Karena memang kita di setting sobodoh mungkin agar mudah dibodohi. Gak hanya para wali saja yang menyebarkan agama islam lewat seni n hiburan namun penjajah juga menyebarkan kebodohan dengan seni yang satu ini.

Sebenarnya hadiah-hadiah yang bergelantungan di pucuk pinang dahulu di isi makanan oleh para penjajah, dan mereka menyuruh orang Indonesia tercinta ini untuk berebut memanjatnya. Mungkin karena hal ini dikemas dengan meriah sebagai lomba, namun sebenarnya kita diadu domba, berlomba-lomba salin injak-menginjak demi sesuap nasi. Dan diseberang dengan mata bersinar dan tawa yang menganga penjajah bersorak melihat tingkah kita.

Daredarou_Panjat_Pinang_by_MadferitMemang ada baiknya juga karena disini terdapat unsur kerjasama untuk mencapai puncak dan nanti hadiah akan dibagi rata (kebersamaan). Wow tapi kalu seperti cerita tadi gimana??? Yach semua tergantung cara pandang kamu toh alowpun ingin memeriahkan hari kemerdekaan juga masih banyak lomba-lomba lain, bahkan kamu bisa memunculkan lomba yang lebih kreatif dan berfilosofi TOP. Hehehe bukan sok tau nech bukan juga aku manusia purba yang hidup di zaman perang tapi ne oleh-oleh dari bapak dosen yang aku mau share ke kamu, alow kamu lebih tau jangan lupa bagi m aku ^_@

Okay GIRGAHAYU INDINESIAKU…I LUP U PULL…^o^

Advertisements

6 thoughts on “Panjat Pinang berfilosofi???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s