SENYUMMU LULUHKAN AMARAHKU

matnyumPagi ini terasa sesak menyumbat aliran darahku. Angin hilir mudik menampar wajahku dengan angkuhnya. Pagi yang membuatku tak mau bangun.

“Diiiin banguuunn…..!!!”, teriak mama menhentikanku menguap.

Mama memang sosok yang perhatian, namun perhatiannya selalu ia tunjukkan dengan suara keras raja singanya(@_@)

Aku bergegas merapikan diri dan berangkat ke kampus dengan tergesa-gesa. Jam dinding rumah sudah menunjukkan pukul 07:25. Tanpa sarapan aku memutar gas dengan hebat dan tak kuarang 15 menit aku sampai di kampus. Muka masam terus menghantuiku.

Tapi 15 menit itu membawa dilemma dan virus-virus badmood. Lima menit pertama aku ngebut di belokan sehingga hamper saja motor manisku cimuan dengan ban motor orang yang menikung. Enam menit kemudian aku berhenti mendadak saat lampu hijau yang ingin aku terobos sedetik berubah memerah, bagaikan mata drakula yang melotot menyuruhku berhenti, dan karena itu hamper saja aku tersungkur kehilangan kendali. Dan nyesssss……..betisku terbakar knalpot…..ouwhhhh…..(~_~)

Lima menit selanjutnya hamper saja aku makan bakso tanah, karena grobak bakso yang melintas didepanku hamper saja aku hantam.

Segera sumpah serapah tukang bakso mengantarku sampai di halaman kampus.

“Boleh saya masuk pak??”

“push up Atau keliling lapangan?” pak dosen menurunkan kacamatanya.

“ Selamat bertemu minggu depan!” sambil menbenahi kaca matanya.

Oh kenapa hari ini sial sekali(~_~)

Dan hari ini sehari penuh aku cemberut. Aku kehilangan senyum manisku. Dan tak ada satu orangpun yang melontarkan senyum untukku

Ouwh what a pity I am!!!

Hari berlalu begitu lamban, meskipun akhirnya aku sampai juga di belokan Jl. Perhutani. Owh jalan pulang.beberapa jengkal aku bertemu dengan nenek-nenek yang terus saja memandangiku. Di balik kaca matanya yang tebal itu aku tahu timbul berbagai pertanyaan’siapakah gadis ini?, kenapa lewat sini?, dari manakah dia?, kenapa baru pulang sesore ini???’ and bla…bla…bla….

Sebelum kerut keru di dahinya itu bertambah sekuat tenaga aku berusaha melontarkan senyum untuknya (^_^)

Dan sedetik memancar rona bahagia di wajahnya. Seakan seribu Tanya yang menghantiunya berangsur menghilang

Dan owh wow…..

Aku sekuat tenaga menahan tawa

Giginya OMPOOOONG!!!!

Oh Tuhan ternyata aku bias tertawa juga hari ini. Terima kasih

“JANGAN MENUNGGU BAHAGIA UNTUK TERSENYUM TAPI

TERSENYUMLAH

AGAR ENGKAU BAHAGIA”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s