ketika sepi mendera

ketika penat dan pekatnya malam menutupi sang bulan

lp

hatiku rapuh meranting patah

ketika bara menderai air mata

hatiku remuk memecah rasa

setiap jala dan jengkal sunyi

malam nan pekat

menyusup merongga jiwa

dalam kuasa kegelapan

jiwaku pengap dan menghujang

bak bunga merelah layu

bak mata air mengasat

jiwaku hangus mendebu

hingga pekat merasuk sukma kalbu

……………………………………………………….

……………………………………..

………………………

…………..

dalam lukisan langit

bertandang rindu menyapaku

dalam lukisan bumi

menyapa menyemai kalbu

kehampaan dan rinai tak berujung

dalam seruan rindu yang mengharu biru

kuukir senyummu dipelataran hatiku

kutilis namamu di dinding hatiku


Advertisements

5 thoughts on “ketika sepi mendera

  1. Cinta Seorang Ibu

    Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya
    Suaminya sudah lama meninggal karena sakit
    Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.
    Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi

    Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi

    Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”

    Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya

    Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap
    Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung
    pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari
    di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi

    Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”

    Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan
    Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman

    Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan

    Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya

    Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba

    Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang

    Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada
    Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat

    Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah

    Tahukah anda apa yang terjadi?

    Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah
    dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,
    dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng

    Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata
    Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan
    Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya

    Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu utk anaknya Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya.

    Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih mampu
    karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini

    Sesuatu untuk dijadikan renungan utk kita..

    Agar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang t ida k bisa dinilai dengan apapun

    There is a story living in us that speaks of our place in the world

    It is a story that invites us to love what we love and simply be ourselves

    Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan
    Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi
    Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan
    Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan
    Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan
    Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan
    Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati
    Ambillah waktu untuk memberi, itu membuat hidup terasa berarti
    Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan

    Gunakan waktu sebaik mungkin, karena waktu tidak akan bisa diputar kembali

  2. ya tuh temenku ikut numbrung

    maklum blog nya orang manis banyak yang narsist
    hwahahaha……….

    kamu juja leh kasih koment panjang juja alow mau
    hwexhexhex……..

  3. Wew. .wew wew. . . .mbah ky biz ngiriz bwang,perich matana.. Kelama’an liat layar hp,pdez. Tp smua trbyar dg h!kmah’e kug nduk. . . Wes lanjutkan mimpimu okey!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s